Monthly Archives: Mei 2013

FKP Unud Bekerjasama dengan Faculty of Marine Technology Burapha University, Thailand

Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Udayana, Bali telah mengembangkan kerjasama dengan Faculty of Marine Technology Burapha University, Thailand. Kerjasama ini ditandai dengan kunjungan 21 orang dari Faculty of Marine Technology Burapha University Thailand pada Senin, 6 Mei 2013 yang dipimpin oleh Dekan Dr.Vasin Yuvanatemiya.

Rombongan kunjungan dari Burapha University ini disambut secara langsung oleh Pembantu Rektor Bidang Kerjasama dan Informasi Universitas Udayana Prof. Drs. I Made Suastra, Ph.D dan Pembantu Dekan Bidang Akademik Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Udayana Prof. Dr. Ir. I Wayan Arthana, MS.

Dr. Vasin Yuvanatemiya menjelaskan bahwa Faculty of Marine Technology Burapha University berlokasi di Chantaburi, yang berdekatan dengan areal pesisir. Beberapa bidang penelitian yang dikembangkan di Burapha University antara lain Shrimp Culture, Aquatic Animal Nutrition, Marine Ecotoxicology, Environmental Biotechnology, Aquatic Animal Disease, Marine Remote Sensing, dsb.

Dengan adanya rintisan kerjasama ini, pertukaran dosen maupun mahasiswa dari kedua Universitas diharapkan dapat terwujud. Adanya dua orang staf dosen Fakultas Kelautan dan Perikanan Unud yang merupakan alumni Burapha University juga diharapkan dapat semakin merekatkan hubungan antara FKP Univ Udayana dan Faculty of Marine Technology Burapha University Thailand.

Pelatihan Sontek Cast Away CTD (Conductivity Temperature Depth)

Pelatihan yang berlangsung hari Rabu siang ini memperkenalkan salah satu instrumen penelitian di FKP dari Sontek. Alat yang  harganya berkisar 100 juta rupiah per-unitnya ini dapat digunakan untuk mengukur sound speed, konduktivitas, dan salinitas air dengan kedalaman pengukuran maksimal 100 meter.

Pemerolehan data dilakukan menggunakan teknologi GPS (Geo reference) dengan akuisisi data 10 meter. Teknis kerja dari alat yang kurang lebih besarnya seukuran botol tanggung air mineral ini membutuhkan perhatian secara seksama pada interval meter per detik penempatan dan rincian penggunaannya, karena data yang lebih akurat akan didapatkan pada kedalaman yang tidak terlalu dangkal, yaitu melebihi 50 cm dari permukaan air.

Pada tahapan input, transfer data dilakukan dengan sistem bluetooth pada software yang mampu menampilkan data tersebut dalam bentuk grafik dan perubahannya secara online. Dengan kehadiran Sontek Cast Away CTD, segenap civitas kampus diharapkan mampu mengoptimalkan dan mengembangkan ruang lingkup penelitian di FKP.

Studi Lapangan FKP UNUD-Environmental committee,Japan Society of Civil Engineering

Pada tanggal 7 – 8 maret 2013, Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKP) Universitas Udayana melakukan studi lapangan bersama-sama dengan 6 universitas yang berasal dari negeri Sakura-Jepang,yaitu: Yamaguchi University, Tokyo University of Agriculture, Hokai-Gakuen University, Kagawa National College of Technology, Kochi Institute of Technology, dan Okayama University. Seluruh Universitas tersebut tergabung dalam Environmental committee-Japan Society of Civil Engineering. Dalam kegiatan ini, rombongan membawa serta 13 orang mahasiswa beserta 3 orang Profesor. Sementara 5 mahasiswa dan 2 dosen dari FKP Unud turut bergabung dalam studi lapangan tersebut.

Pada hari pertama, kegiatan study lapangan menyasar tempat di JICA mangrove information centre serta Estuari DAM untuk mendapatkan informasi pengelolaan kawasan hutan mangrove di daerah Bali Selatan serta sistem manajemen waduk. Pada kesempatan tersebut, mahasiswa juga melakukan pengambilan sample air untuk mengetahui kualitas air laut di kawasan hutan mangrove dan estuari DAM. Pengujian sample air dilakukan dengan portable instrument untuk menguji DO, COD, BOD, Amonium, Phospat, Nitrogen, dan ORP.

Pada hari kedua, kegiatan mengarah ke daerah klungkung dan Bangli. Di Klungkung, rombongan dipandu ke daerah Tukad Unda yang merupakan salah satu sungai terbesar di Bali yang memiliki potensi sumberdaya perairan yang cukup besar. Dinamakan Tukad Unda karena dari hulu hingga hilir terdapat kelompok-kelompok bebatuan yang menyebabkan aliran air sungai seperti sebuah rangkaian estafet yang sambung-menyambung, atau dalam bahasa Balinya dinamakan “unda”. Tukad ini merupakan lanjutan dari Tukad Telaga Waja yang bersumber di kaki Gunung Agung. Tukad Unda dijadikan sebagai mata pencaharian bagi warga setempat khususnya para penambang karena di tukad ini terdapat banyak material pasir, kerikil dan batu kali yang dapat digunakan untuk bahan bangunan. Disini  mahasiswa mengambil sample air untuk diuji kandungan airnya. Parameter kualitas air yang di uji antara lain: DO, COD, BOD, Phospat, dan ORP juga menggunakan alat penguji portable.

Setelah dari Klungkung, mahasiswa melanjutkan perjalanan menuju Danau Batur yang berada di Kabupaten Bangli. Danau Batur merupakan danau yang terbesar yang berada di provinsi Bali. Keberadaan Danau ini dijadikan sebagai sumber mata pencaharian utama oleh masyarakat setempat, selain sebagai petani. Air ini dimanfaatkan oleh masyarakat untuk membudidayakan Ikan Nila dengan teknik pembudidayaan dengan menggunakan keramba jaring apung. Selain itu pada musim kemarau air ini juga di gunakan sebagai sumber air minum dan sebagai sumber air bagi tanaman yang ditanam. Kunjungan mahasiswa bersama tim peneliti jepang bertujuan untuk mengambil sampel air danau batur untuk di ukur kualitas airnya. Parameter kualitas air yang di ukur yaitu suhu, salinitas, pH, nitrogen, fosfat, dan  ammonia. Lokasi pengambilan sampel ini yaitu pada dua tempat dengan sampel yang berbeda yaitu air dingin dan air hangat yang letak lokasinya berdekatan.

Kegiatan studi lapangan ini merupakan program kerjasama untuk meningkatkan kompentensi mahasiswa dalam bidang ilmu yang ditekuni. Dengan kegiatan bersama ini, peserta diharapkan dapat saling bertukar informasi tentang kegiatan di masing-masing universitas yang berhubungan dengan pengembangan ilmu pengetahuan dan dapat melanjutkan komunikasi antar mahasiswa di masa yang akan datang.